Mengenal Resistensi Insulin

0

Sumber: alodokter.com

Pernahkah mendengar tentang resistensi insulin sebelumnya? Menurut hellosehat.com insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Tugasnya adalah membantu sel tubuh agar dapat menyerap glukosa yang mengaluar dalam darah untuk dipecah dan digunakan sebagai energi. Resistensi insulin adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin secara wajar. Respons sel tubuh yang tidak wajar ini mengakibatkan insulin tidak bekerja seefektif biasanya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pankreas akan terus berusaha memproduksi insulin dengan harapan bahwa semakin banyak insulin, semakin banyak pula gula darah yang bisa masuk dalam sel tubuh. Menurut alodokter.com resistensi insulin adalah kondisi ketika sel tbuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena terganggunya respon sel tubuh terhadap insulin. 

Apa gejala dari penyakit ini? Tidak ada gejala untuk penyakit ini yang dapat dikenali dengan jelas. Gejala pastinya baru akan muncul ketika sudah timbul efek lanutan seperi naiknya gula darah. Namun, sekali pun tidak ada tanda-tanda pasti bahwa tubuh menjadi resisten terhadap insulin, setidaknya ada beberapa tanda yang dapat menjadi sinyal untuk mulai bersikap waspada. Beberapa tanda yang mungkin muncul seperti sulit berkonsentrasi, mudah lapar, kelelahan dan munculnya acanthosis nigiricans. Ini adalah bercak berwarna hitam pada belakang leher, pangal pada dan area ketiak. Gejala lainnya yang sering muncul seperti penumpukan lemak di sekitar perut, kadar kolesterol naik dan meningkatnya kadar gula. 

Resistensi insulin adalah penyakit yang tidak memiliki penyebab yang pasti. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab resistensi insulin, meski pun faktor yang menyumbang terjadinya penyakit ini sudah dapat diketahui. Terdapat beberapa faktor yang turut menyumbang terjadinya resisten insulin seperti gaya hidup yang malas bergerak, obesitas dan menjalani pengobatan dengan steroid dosis tinggi untuk jangka waktu yang cukup panjang serta stres kronis. Selain itu, banyaknya kadar insulin yang berada dalam darah juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya resistensi insulin. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya risiko seseorang terkena resisten insulin seperti kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti merokok dan jarang beraktivitas, memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes, dan kebiasaan mengonsumsi makanan berkadar gula dan karbohidrat tinggi. 

Selain itu, faktor peningkat risiko adalah mengalami diabetes gestasional, ini adalah jenis diabetes yang bisa terjadi selama masa kehamilan, terutama pada paruh kedua kehamilan. Diabetes gestasional dapat menganggu kehamilan, serta kesehatan ibu hamil dan bayinya. Seorang pria dengan lingkar pinggang yang lebih dari sembilan puluh sentimeter dan wanita dengan lingkar pinggang lebih dari delapan puluh sentimeter juga berisiko tinggi untuk menderita penyakit ini. Jika kamu menderita sindrom ovarium polikistik, kamu juga berpeluang tinggi untuk menderita penyakit ini. sindrom polikistik ovarium adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Penderitanya mengalami gangguan mesntruasi dan memiliki kadar hormon maskulin atau hormon androgen yang berlebih. Penderita resistensi insulin dapat memiliki atau berisiko untuk mengalami gangguan kesehatan lainnya seperti aterosklerosis atau penebalan dan pengerasan dinding arteri besar atau sedang, luka pada kulit, akantosis nigrikans dan skin tag, perlemakan hati, dan gangguan pertumbuhan badan. 

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini. Resisten insulin adalah penyakit yang cukup serius dan tidak mengalami gejala awal, kamu harus rutin untuk cek kesehatan sebagai bentuk pencegahan dari resisten insulin dan penyakit lainnya. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>